I. Sejarah Berdirinya Madrasah Tsanawiyah “Putra-Putri”.

Pesantren “Matholi’ul Anwar” didirikan pada 18 Januari 1914 oleh K.H. Abdul Wahab. Pada masa tersebut belum berwujud pesantren sebagaimana pengertian sekarang yaitu ada Kyai, tempat ibadah, temapat santri dan sarana belajar, namun masih berupa pengajian-pengajian rutin dimana rumah Kiai sebagai tempatnya. K.H. Abdul wahab kembali ke Rahmatullah pada tanggal 12 Maret 1925.

Setelah Founding father tersebut meninggal dunia, maka pengajian tersebut dilanjutkan oleh putra-putra menantu beliau yaitu K.H. Abdullah, K.H. Rusman dan K.H. Dja’far. Kepengasuhan beliau bertiga tersebut berjalan hingga tahun 1935.

Adapun semenjak 17 Juli 1935 kepengasuhan pesantren digantikan oleh K.H. Soefyan Abdul Wahab. Semenjak diasuh oleh K.H. Soefyan Abdul Wahab pesantren sedikit demi sedikit mengalami kemajuan dibuktikan dengan dibangunnya sarana-prasarana dan santrinya yang semakin hari semakin banyak.

Atas dasar pemikiran K.H. Soefyan Abdul Wahab yang berupaya untuk menghilangkan dikotomi pendidikan, maka pada periode selanjutnya didirikanlah lembaga pendidikan formal yakni Madrasah Ibtida’iyah dan kemudian pada tahun 1959 didirikanlah Madrasah Mu’alimin/Mualimat 4 tahun. Seiring dengan berkembangan sistem/aturan  pendidikan  kemudian sekolah tersebut berganti nama menjadi Madrasah Tsanawiyah “Putra-Putri” sampai sekarang dan telah berhasil meluluskan + 6000 siswa/siswi.

II.  Landasan Hukum Berdirinya Madrasah Tsanawiyah “Putra-Putri”

Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar berada dibawah naungan Yayasan Matholi’ul Anwar, yang berkedudukan di Desa Simo Sungelebak, Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Maksud dan tujuan Yayasan ini sebagaimana disebutkan dalam pasal 4 Anggaran Dasarnya  adalah “menyebarluaskan syi’ar agama Islam, dengan bergerak secara aktif demi kemajuan bidang pendidikan dan pengajaran, dakwah serta sosial..

Selanjutnya pada pasal 5 disebutkan: “Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Yayasan akan menempuh segala jalan yang sah menurut ketentuan hukum yang berlaku, dengan  mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, termasuk diantaranya:

  1. Pengajian Kitab Kuning;
  2. Madrasah Diniyah;
  3. Tahfidzul Qur’an;
  4. Taman Kanak-kanak;
  5. Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar;
  6. Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama;
  7. Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas;
  8. Perguruan Tinggi;
  9. Kursus-kursus ketrampilan;
  10. Kursus Bahasa Arab dan Inggris

Comments are closed